Memaknai Hari Raya Nyepi
MAKNA HARI RAYA NYEPI BAGI UMAT HINDU
( I Wayan Sana, S.Pd)
Hari Raya Nyepi merupakan tahun baru Saka yang dirayakan umat Hindu dengan cara menyepi. Hari Raya Nyepi 2023 jatuh pada Rabu (21/3/2023).
Saat Nyepi, seluruh warga Bali maupun wisatawan yang ada di pulau tersebut harus berdiam di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar.
Umat Hindu Bali merayakan Nyepi dengan tapa brata penyepian atau empat pantangan. Empat larangan saat Nyepi yang dilakukan selama tapa brata penyepian adalah amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Rangkaian acara Nyepi
1. Tawur
Tawur memiliki arti dalam bahasa Jawa sama dengan saur, dalam bahasa Indonesia berarti melunasi hutang. Di setiap catus pata (perempatan) desa atau pemukiman mengandung lambang untuk menjaga keseimbangan
2. Upacara Melasti
Biasanya dilakukan selambat-lambatnya pada tilem (bulan mati) sore hari. Inti dari acara ini adalah menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta). Kegiatan ini dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan, dan segara.
3. Amati Geni
Ada empat pantangan yang wajib diikuti pada saat hari raya Nyepi, salah satunya adalah Amati Geni yang berarti berpantang menyalakan api.
4. Ngembak Geni
Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan saling berkunjung di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas.
5. Menghaturkan bhakti atau pemujaan
Kegiatan ini dilakukan di balai agung atau pura desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari mekiyis. Mekiyis adalah kepercayaan Hindu untuk membersihkan badan dan jiwa, melebur noda, dan memuliakan Tuhan.
Melalui Nyepi, manusia diminta mengevaluasi diri dan merenung tentang apa yang sudah dilakukan untuk diperbaiki di kemudian hari.
Renungan itu dilakukan selama 24 jam atau dikenal dengan catur brata penyepian, yakni amati geni atau tidak menyalakan api, amati karya atau tidak bekerja, amati lelungan atau tidak berpergian, dan amati lelanguan atau tidak bersenang-senang.Secara filosofis, manusia diminta untuk tidak mengobarkan hawa nafsu, jadi Nyepi adalah momen untuk mengendalikan hawa nafsu.
Selain itu, saat Nyepi, manusia dilarang bekerja hingga bepergian, dan diminta beristirahat. "Jadi, evaluasi kerjaan apa yang sudah dikerjakan sebelumnya, kalau ada yang kurang baik kurang sempurna diperbaiki, jangan mengambil kerjaan yang negatif. Selain itu, tidak mengumbar hawa nafsu dengan dilarang bersenang-senang juga merupakan makna Nyepi. Dengan demikian, Nyepi adalah upaya untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya).
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Memaknai Hari Sarawati
- Pidato Mendikbudristek pada HARDIKNAS 2023
- Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang
- Apa Itu Pemanasan Global
- Keuntungan dan Manfaat menggunakan e-Learning bagi Guru dan Siswa
Kembali ke Atas



